(061) 7883991 | 0877 6644 8555 stims@stimsukmamedan.ac.id
Share Postingan Ini di Social Media Kamu ya,

Saya anak yang populer di kampus. Perkenalkan saya arga anak tunggal dari orang tua kaya raya. Arga populer dikampusnya bukan hanya dia dari anak orang kaya melainkan dia juga tampan, pintar, rajin, dan terkenal suka membantu.

Pada pagi hari, Arga tiba di kmpus diantar menggunakan mobil dengan orang tuanya. Arga turun dari mobil dan tergesa-gesa lari sambil melihat jam ditangannya, dia menabrak seorang laki-laki dan mereka jatuh berdua. Kepala arga terbentur berdarah dikeningnya sedangkan laki- laki tersebut kakinya terkilir.

“Kau gapapa?”. Ucap Arga sambil berusaha membantu laki-laki ittu berdiri. “Iya aku gapapa, lain kali lihat-lihat kalau ada orang”. Ucap laki-laki itu.

“Maafkan aku, aku lagi terburu-buru”. Kata Arga sambil menuntun laki-laki itu jalan ke kelasnya.

Tiba di kelas semester 4 laki-laki itu, banyak yang melihat mereka berdua. Arga sedang menuntun laki-laki itu ke kursinya dan duduklah laki-laki tersebut.

“Kau Arga semester 2 jurusan kedokteran ya?”. Ucap laki-laki itu.

“Iya, kau kok tahu namaku. Apa kau kenal aku?”. Tanya Arga dengan heran. “Tidak, aku dengar-dengar kau terkenal di kampus ini.” Ucap laki-laki itu. “Maaf kak, aku tidak tahu kalau kakak semester 4.” Ucap Arga.

“Tidak masalah, senang bertemu denganmu”. Ucap laki-laki itu sambil tersenyum.

Setelah mereka berkenalan, Arga lupa menanyakan nama laki-laki itu karena terburu-buru Arga bergegas ke kelasnya dan langsung duduk. Untung saja dosennya belum datang. Kepala Arga kondisinya pusing dan dia merasakan ingatan yang menakutkan, karena ingatan tersebut menggambarkan seorang siswa sma memakai seragam sekolah sedang membunuh seseorang. Arga pun heran kenapa ingatan ini terasa nyata.

…3 tahun yang lalu.

Pada malam hari tepat pada pukul 21.00, Arga berlari menyeberangi jalan. Dia tidak melihat ada mobil dan dia tertabrak mobil tersebut. Kondisinya saat itu kritis, dia langsung dibawa ke rumah sakit kata dokter Arga hilang ingatan dan ingatannya akan pulih dengan sendirinya tetapi tidak tahu kapan akan pulih.

Pada malam itu juga seseorang dibunuh. Polisi sedang menyelidiki kasus tersebut tetapi masih belum ada bukti yang cukup. Kakak korban melihat pelaku tetapi tidak kelihatan wajahnya. Kakak korban mengejar pelaku tersebut, sayangnya dia kehilangan jejak.

…3 tahun kemudian, sekarang.

Pukul 19.30, Arga jalan pulang dari Apotik beli plaster untuk kepalanya yang terbentur tadi siang. Ada seorang laki-laki yang melihat Arga jalan sambil membawa plastik yang berisi plaster, laki-laki itu adalah mahasiswa semester 4 yang tadi siang ditabrak Arga. Laki-laki itu bernama Leo, kakak dari korban pembunuhan 3 tahun yang lalu.

 

“Itu bukannya sepatu pelaku pembunuh adikku, kok Arga yang pakai ya.” Ucap leo dalam hati.

Sepatu yang dipakai Arga alasnya bercak kuning sama seperti yang dilihat leo pada 3 tahun yang lalu. Leo pun heran dan dia merasa Arga yang membunuh adiknya karena dari postur tubuhnya dan rambutnya mirip dengan Arga. Tetapi leo belum terlalu yakin karena Arga anak yang populer di kampusnya dan terkenal suka membantu.

Setelah jalan menuju pulang, Arga mau plester kepalanya sendiri. Dia mencari gunting dikamarnya untuk memotong plester tersebut, tidak sengaja dia menyenggol lemari begitu keras dan jatuhlah sebuah pisau bedah yang ditutupi kertas.

“GDUBRAKKK”

“Ah, kenapa ada pisau disini.” Ucap Arga sambil membuka kertas yang menutupi pisau tersebut.

Arga terkejut pisau tersebut meninggalkan sisa darah. Kepala Arga langsung pusing dan dia mengingat kejadian yang sama tadi siang. Kali ini, dia mengingat dengan jelas bahwa seorang siswa sma yang membunuh itu adalah Arga. Seseorang yang dibunuh Arga adalah adik Leo.

“Hahaha, ternyata diingatan tersebut adalah aku.” Ketawa Arga tanpa rasa bersalah.

Takut ketahuan, Arga langsung membuang pisau tersebut dan membakarnya. Dia juga memiliki beberapa bukti yang masih tersimpan dan habis dibakar semua.

Kenapa Arga tidak merasa bersalah? Karena pada kenyataannya Arga tetap manusia psikopat yang hanya hilang ingatan sementara, ketika ingatannya kembali jati diri aslinya juga kembali. Sekarang, dia hanya berpura-pura baik kepada semua orang dan akan melanjutkan hidupnya dengan jati dirinya yang dulu.

×

Hai!

Selamat datang di Situs Website STIM SUKMA MEDAN, klik pada salah satu Tim Support kami dibawah ini, untuk berkomunikasi dengan kami via WhatsApp atau email Kami ke stimsukma1@gmail.com & stims@stimsukmamedan.ac.id.

× Hai! Butuh Bantuan?