Penulis : Juli Meliza (seorang akademisi, peneliti, penulis buku dan jurnalis lepas media online)
Tanjung Pura, Desember 2025– Bencana banjir yang melanda kawasan Tanjung Pura, Langkat, semakin memprihatinkan. Warga terdampak dari daerah Kubuan mengungkapkan bahwa air mulai naik sejak Rabu, 26 November 2025, dan hingga hari Minggu (30/11) kondisinya tak kunjung surut, bahkan cenderung meninggi.
Gambar 1.Berfoto Bersama Seluruh Relawan (STIM Sukma-PB ISMI-Stikes Mitrahusada).
Sumber:Foto Dok Pribadi Penulis
Berdasarkan wawancara di lokasi pengungsian pada 30 November 2025, para korban harus menghadapi tantangan lain yakni tempat pengungsian awal mereka di Posko MAN 2 Tanjung Pura sudah mulai terendam air.
“Air di posko MAN 2 sudah naik lagi hari ini. Kami tidak punya pilihan, harus segera pindah ke tempat yang lebih aman. Rencananya kami akan mengungsi ke daerah Pasar 4,5 Tanjung Pura,” ungkap seorang warga pengungsi dari Kubuan, Tanjung Pura.
Ketinggian air yang terus bertambah ini diduga kuat akibat luapan air sungai dari Titi Sepe dan limpahan air dari lokasi Paya Pupuk yang tidak mampu menampung debit air hujan.
Di tengah kepungan banjir, musibah lain juga terjadi. Warga melaporkan adanya kebakaran yang melanda 5 ruko di daerah terdampak. Kebakaran yang diduga dipicu oleh korsleting listrik akibat genangan air ini berhasil dipadamkan, namun menambah daftar kerugian yang dialami masyarakat.
Walaupun bantuan logistik sudah mulai berdatangan, termasuk dari aliansi STIM Sukma dan Stikes Mitra Husada, tantangan utama saat ini adalah memastikan semua korban, terutama yang berada di lokasi sulit dijangkau seperti MAN 1 Tanjung Pura, mendapat pasokan kebutuhan dasar dan layanan kesehatan sebelum air kembali meninggi.
Gambar 2.Penyerahan Bantuan di Posko Banjir Tanjung Pura.
Sumber:Foto Dok Pribadi Penulis
Dari STIM Sukma, tampak kehadiran langsung Ibu Wardayani, Ketua STIM Sukma, didampingi para dosen dan 20 mahasiswa/i. Sementara itu, Stikes Mitra Husada mengerahkan 5 dosen dan 6 mahasiswa jurusan Keperawatan dan Kebidanan, bekerja sama dengan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) untuk memastikan bantuan kesehatan dapat menjangkau warga.
Gambar 3. Bu Wardayani (baju Hijau) dan Tim Relawan Bergerak ke lokasi terisolir di MAN 1 Tanjung Pura
Sumber:Foto Dok Pribadi Penulis
Yang menarik, Ketua STIM Sukma, Ibu Wardayani, menunjukkan komitmen tinggi dengan turun langsung menaiki sampan kayu menuju daerah yang sangat membutuhkan, yaitu di MAN 1 Tanjung Pura. Daerah ini dilaporkan masih kesulitan akses dan belum banyak menerima bantuan logistik dan kesehatan.
“Kami melihat langsung betapa warga di MAN 1 Tanjung Pura sangat memerlukan uluran tangan. Kami berupaya menjangkau mereka agar kebutuhan dasar dan kesehatan segera terpenuhi,” ujar Wardayani di tengah derasnya air.
Aksi kemanusiaan gabungan ini menjadi contoh nyata sinergi antara akademisi, profesional kesehatan, dan generasi muda dalam meringankan beban masyarakat yang dilanda bencana.




