Dalam rangka meningkatkan citra lembaga pendidikan dalam skala internasional, STIM Sukma melaksanakan kolaborasi kegiatan pengabdian masyarakat internasional di Pondok Pesantren Saifullah An- Nahdliyah yang beralamat di Jl. Besar Delitua – Biru-biru, Pasar 6, Desa, Batalyon Armed No.02/105, Batu Gemuk, Kec. Namorambe, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara 20355, pada hari kamis 7 September 2023 lalu.
Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan penting dalam tridarma perguruan tinggi, yang dilaksanakan bersama Politeknik Tuanku Sultanah Bahiyah dari Malaysia dan sejumlah kampus lain yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pendidikan Tinggi (FKPT) Sumut, seperti Universitas Budi Darma, Universitas Bina Insan Lubuk Linggau, , Universitas Pembangunan Panca Budi, Universitas Islam Sumatera Utara, Universitas Harapan, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, STIE Muhammadiyah Asahan, Universitas Muhammadiyah Aceh, Akademi Farmasi YPPM Mandiri Banda Aceh, Politeknik Cendana, , dan Politeknik Negeri Medan.
Melalui kegiatan pengabdian internasional, lembaga pendidikan dapat memperluas jaringan kerjasama dengan institusi dari negara lain. Ini membuka peluang untuk pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan sumber daya antarbudaya. Melalui berbagai proyek dan inisiatif pengabdian, peserta program pengabdian masyarakat dapat berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan, termasuk pengembangan ekonomi lokal dan pelestarian lingkungan. Dalam kegiatan ini Politeknik Tuanku Sultanah Bahiyah memberikan donasi sejumlah 5.530 Ringgit (senilai Rp. 19,5 juta) kepada pihak yayasan pesantren.
Bagi mahasiswa, kegiatan ini dapat menjadi pengalaman lapangan yang berharga yang melengkapi pendidikan formal mereka. Mereka dapat mengaplikasikan pengetahuan yang mereka pelajari di kelas dalam konteks nyata. Mereka juga dapat mengembangkan kesadaran sosial yang lebih tinggi terhadap isu-isu sosial dan kemanusiaan. Hal ini dapat mendorong mereka untuk berpartisipasi dalam inisiatif sosial dan kemanusiaan lebih lanjut di masa depan. Dengan program ini, mereka memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan individu dari berbagai latar belakang budaya, dan memperluas wawasan mereka tentang keragaman budaya dan meningkatkan keterampilan komunikasi dan kerja sama antarbudaya.
Penulis, Kartika Sari Lubis, S.E, M. Sc, yang merupakan dosen di STIM Sukma, juga sebagai Sekretaris Asia Council for Small Business (ACSB) Area Medan, berharap ke depannya agar pesantren lebih inovatif dan kreatif dalam pengembangan pesantren dengan membuat unit bisnis yang dapat membantu dan menopang perekonomian pesantren dengan melibatkan para santri dan kampus yang sudah menjalin kerjasama (MOU). Dengan adanya unit bisnis ini juga diharapkan para santri nantinya dapat memulai kreatifitasnya untuk belajar mandiri dan berbisnis sesuai syariah. Bisnis dapat dimulai dan dikerjakan dari mana saja, termasuk di pesantren, lanjut penulis. Penulis yang juga penggiat dan pendamping UMKM yang tergabung dalam Yayasan Sosial Pendidikan Dakwah Islam “Robbani” mengungkapkan, unit bisnis di pesantren dapat menjadi wadah untuk mengembangkan semangat kewirausahaan pada para santri. Mereka dapat diajarkan tentang inovasi, kreativitas, dan berpikir strategis dalam bisnis.
Hadir pada kegiatan kolaborasi ini Camat Namorambe beserta jajarannya, Ketua MUI Deli Serdang, para Kyai Pesantren Modern Saifullah An-Nahdliyah, pihak Yayasan Pesantren. Di akhir kegiatan, STIM Sukma beserta seluruh perguruan tinggi yang terlibat dalam kegiatan tersebut memberikan plakat dan piagam kepada pihak Yayasan Pesantren sekaligus pemilik, mualim Syaifullah, sebagai ucapan terima kasih.
kata kunci : Kegiatan Pengabdian Masyarakat Internasional
kunjungi www.stimsukmamedan.ac.id
daftar online di spmb.stimsukmamedan.ac.id





Mantap