Peresmian Unit Layanan Disabilitas (ULD) Sukma Inclusive Center di Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Sukma pada Rabu, 3 Desember 2025, tidak hanya dirayakan sebagai tonggak sejarah, tetapi juga sebagai forum edukasi mengenai urgensi pendidikan inklusif. Serangkaian narasumber berkompeten diundang untuk memberikan wawasan mendalam mengenai isu disabilitas.
Gambar 1. Peresmian Langsung Sukma Inclusive Center, ULD.
Sumber:Foto Dok Pribadi Penulis
Sesi diskusi dimulai dengan kehadiran Narasumber 1 dari Komisi Nasional Disabilitas, Bapak Kikin P. Tarigan, yang berpartisipasi melalui platform Zoom. Dilanjutkan dengan pemutaran video greeting dari Narasumber 2, Ibu Suty Karno, juga secara Zoom.
Puncak sesi sharing yang menarik perhatian adalah pemaparan tentang Pendidikan Inklusif oleh Narasumber 4, Bapak Drs. Sugianto, M.Pd. Beliau memaparkan bahwa pendidikan inklusif sangat penting karena memungkinkan para penyandang disabilitas untuk merasa bangga dan dapat berkarya sesuai dengan kemampuan dan keahlian yang mereka miliki. Inklusivitas adalah cara untuk memberdayakan mereka, mengubah pandangan keterbatasan menjadi potensi.
Gambar 2. Bapak Sugianto (Kepsek Divabel, Narasumber) dan Ibu Dila (Guru Divabel, Penerjemah) , Sumber:Foto Dok Pribadi Penulis
Sebelumnya, perspektif psikologis disampaikan oleh Narasumber 3, Ibu Endang Haryati, M.Psi., Psikolog, yang juga merupakan staf pengajar. Beliau menegaskan kembali prinsip kesetaraan, “Kita memiliki hak untuk diperlakukan setara,” dan bahwa “setiap anak berhak mendapat pendidikan.”
Gambar 3. Mahasiswa Divabel ( jaket merah), berfoto Bersama Ibu Wardayani (Ketua STIM Sukma) dan Bapak Edi Winata. Sumber:Foto Dok Pribadi Penulis
Inisiatif Sukma Inclusive Center ini diharapkan dapat menjadi model bagi institusi pendidikan lain, membuktikan bahwa dengan fasilitas dan dukungan yang tepat, setiap individu dapat meraih cita-cita akademis dan profesionalnya.




