Penulis : JM
Medan, 15 Desember 2025 – Jajaran akademisi dan mahasiswa kembali menunjukkan kepedulian sosialnya melalui partisipasi aktif dalam kegiatan penggalangan donasi kemanusiaan. Pada Minggu, 14 Desember 2025, STIM Sukma, bersama dengan APTISI (Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia) dan APPERTI, sukses menjadi bagian dari inisiatif mulia yang digelar di Lapangan Merdeka, Medan.
Gambar 1. Kolaborasi STIM Sukma, KSI, anak disabilitas, grup tari Sihoda, mempersembahkan tarian 10 jam Non stop dan mengumpulkan donasi dari masyarakat di sekitar Lapangan Merdeka
Sumber:Foto dok pribadi
Kegiatan ini berfokus pada pertunjukan tari non-stop selama 10 jam (08.00 – 19.30 WIB) oleh Grup Tari Sihoda. Inisiatif penggalangan dana ini bertujuan mengumpulkan berbagai bentuk bantuan (uang, pakaian, obat-obatan, dll.) yang akan disalurkan ke wilayah terdampak bencana atau membutuhkan.
Peran Sentral STIM Sukma
Partisipasi STIM Sukma tidak hanya bersifat simbolis. Dosen dan mahasiswa, dipimpin oleh Bapak Rahmat selaku Kepala SPMI STIM Sukma, hadir secara langsung. Mahasiswa STIM Sukma terlibat aktif dalam flashmob tari bersama para penari dan juga turun ke jalan di sekitar Lapangan Merdeka untuk mengumpulkan donasi.
Penyerahan bantuan secara simbolis pun dilakukan oleh perwakilan STIM Sukma kepada KSI (Khadijah Sharaswaty Indonesia), organisasi yang fokus pada isu disabilitas dan bertindak sebagai koordinator penyaluran bantuan. KSI dipimpin oleh Ibu Dewi Natadiningrat.
Gambar 2. Mahasiswa STIM Sukma mengumpulkan donasi dari masyarakat di sekitar Lapangan Merdeka
Sumber:Foto dok pribadi
Inklusi dan Solidaritas
Aspek inklusi menjadi sorotan utama dalam kegiatan ini. Selain menggandeng relawan dari berbagai komunitas, termasuk relawan Teman Dini dan relawan yang sedang berolahraga, KSI memastikan keterlibatan penyandang disabilitas. Anak-anak disabilitas bersama orang tua mereka turut menari dalam sesi flashmob, menjadikan acara ini sebagai platform nyata untuk solidaritas.
Seorang relawan bernama Devina dari Rumah KSI mengungkapkan, kegiatan ini merupakan bukti bahwa seni dan pendidikan dapat bersinergi untuk tujuan kemanusiaan. Rencananya, bantuan yang terkumpul, yang dimulai sejak Jumat di Siantar, akan disalurkan ke Tamiang pada Rabu, 17 Desember 2025, dilanjutkan ke Bireun, dan membuka dapur umum di Bener Meriah pada minggu berikutnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi Perguruan Tinggi Swasta lainnya untuk terus meningkatkan peranannya dalam pengabdian kepada masyarakat.



