Penulis, jm
MEDAN — Kuliah nyata itu bukan cuma duduk di dalam kelas, tapi berani turun langsung ke masyarakat dan membawa perubahan. Hal inilah yang dibuktikan dalam aksi Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional yang berlangsung di SLB Negeri Pembina Medan, Kamis (11/6/2026).

Gak tanggung-tanggung, aksi lapangan ini merupakan kolaborasi keren antara APTISI Sumatera Utara dengan kampus jiran, Universitas Sains Malaysia (USM), lewat Pusat Kanker Tun Abdullah Ahmad Badawi (PKTAAB).
Sejak pagi, suasana sekolah sudah ramai dan penuh energi. Selain agenda seremonial penandatanganan kerja sama (MoU dan IA) dengan berbagai kampus top, aksi nyata di lapangan menjadi menu utama yang paling menarik perhatian.
Lihat saja bagaimana para peserta dan mitra bahu-bahu mengayunkan kuas untuk mengecat ruang kelas di SLB tersebut. Dinding-dinding kelas yang tadinya monoton, kini disulap menjadi lebih segar dan penuh warna demi memberikan atmosfer belajar yang lebih ceria bagi adik-adik berkebutuhan khusus.
Tak kalah seru, tim dosen dari STIM Sukma, yaitu Ibu Desi dan Ibu Juli M., mengambil peran penting di ruang kelas lainnya. Mereka menggelar sosialisasi yang sangat interaktif mengenai “Pendidikan Seks untuk Orang Tua dan Anak Usia Dini”. Topik yang sering dianggap tabu ini dikemas dengan pendekatan yang sangat humanis dan mudah dipahami, memberikan bekal proteksi diri yang krusial bagi anak-anak SLB.
Sambil kelas dicat dan sosialisasi berlangsung, di sudut lain diadakan health screening atau pemeriksaan kesehatan gratis secara massal. Adik-adik SLB mengantre dengan tertib untuk mendapatkan pemeriksaan menyeluruh mulai dari kesehatan gigi dan mulut, mata, telinga, pemeriksaan antropometri (tinggi dan berat badan), hingga pemeriksaan tekanan darah untuk para ibu yang mendampingi.
Aktivitas ini ditutup dengan sesi foto bersama seluruh mitra yang terlibat, mulai dari STIM Sukma, STIKes Darmo, STIKes Flora, Akbid Madina Husada, Universitas Pembangunan Pancabudi, Universitas Haji Sumatera Utara, hingga Politeknik Cendana dan banyak kampus lainnya.
Aksi lapangan ini jadi bukti kalau kolaborasi internasional bisa dikemas dengan sangat membumi. Dari mengecat tembok hingga memeriksa kesehatan, hari itu SLB Negeri Pembina Medan dipenuhi oleh senyum dan harapan baru!


