(061) 7883991 | 0877 6644 8555 stims@stimsukmamedan.ac.id

Desa Wisata Nglanggeran: Nominasi Best Tourism Village dari UNWTO

Keindahan alam Indonesia begitu beragam. Namun, baru segelintir yang mendunia. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengenalan bagi destinasi potensial agar mendapat sorotan yang sama.
Dalam hal ini, ada banyak cara yang bisa dilakukan. Salah satunya dengan keterlibatan sebuah destinasi dalam ajang internasional, seperti yang tengah diikuti Desa Wisata Nglanggeran Yogyakarta.
Desa wisata yang berada di Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta ini baru saja terpilih mewakili Indonesia dalam ajang ‘Best Tourims Village’ atau Desa Wisata Terbaik yang diselenggarakan Organisasi Pariwisata Dunia PBB (UNWTO), bersama Desa Tetebatu di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang telah lebih dulu dinominasikan.

1. Desa Wisata Nglanggeran adalah rumah bagi gunung api purba

Desa Wisata Nglanggeran merupakan rumah bagi Gunung Api Purba Nglanggeran. Dilansir dari laman Gunung Api Purba, berdasarkan sejarah geologinya, gunung api purba setinggi 700 mdpl ini berumur tersier (Oligo-Miosen) atau 0,6-70 juta tahun yang lalu. Gunung Api Purba Nglanggeran adalah daya tarik utama Desa Wisata Nglanggeran.
Selain gunung api purba, area pertanian dan persawahan pada desa seluas 762.0990 hektare ini juga menjadi daya tarik utamanya, didukung keberadaan waduk kecil Embung Nglanggeran. Sebagian besar tata guna lahan desa ini memang diperuntukan sebagai lahan pertanian, perkebunan dan ladang. Pada tahun 2015, desa ini bahkan berhasil masuk jaringan taman bumi dunia, UNESCO Global Geopark.
Nggak cuma punya daya tarik alam. Desa Wisata Nglanggeran juga memiliki daya tarik budaya, kerajinan, kuliner, hingga daya tarik buatan. Sektretaris Dinas Pariwisata Gunung Kidul Harry Sukmono bahkan menyebut desa wisata ini sebagai yang terlengkap.
“Desa Wisata Nglanggeran merupakan desa terlengkap sebagai desa wisata, (karena memiliki) sumber daya alam, budaya, hingga yang ikonis ‘Kampung Pitu’,” kata Harry dikutip dari Antara, Rabu (25/8).
‘Kampung Pitu’ yang disebut oleh Harry memang telah jadi ikon Desa Wisata Nglanggeran selain gunung api purba. Kampung tersebut hanya dihuni oleh tujuh kepala keluarga saja.
Untuk daya tarik kerajinan, desa ini punya kerajinan kayu berupa topeng dan gelang. Pengunjung desa wisata bahkan bisa mengambil paket belajar membuat kerajinan tersebut.
kawasan desa terdapat perkebunan coklat yang dikelola oleh warga sekitar melibatkan kaum ibu. Sementara untuk kuliner, yang terkenal dari desa ini salah satunya adalah dodol kakao. Di Desa Wisata Nglanggeran juga punya daya tarik buatan berupa wahana permainan outbond dan flying fox

2. Penilaian dalam ajang ‘Best Tourim Village’ UNWTO

Melansir laman resmi UNWTO, pada ajang ‘Best Tourism Village’ Dewan Penasihat Multidisiplin Independen akan melalukan penilaian terhadap sembilan aspek pada desa yang dinominasikan, meliputi Budaya dan Sumber Daya Alam, Promosi dan Konservasi Sumber Daya Budaya, Keberlanjutan Ekonomi, Keberlanjutan Sosial, Ketahanan Lingkungan, Potensi dan Pengembangan Pariwisata serta Integrasi Nilai Rantai, Tata Kelola dan Prioritas Pariwisata, Infrastruktur dan Konektivitas, Kesehatan, Keselamatan dan Keamanan.
Sementara tujuan dari ajang ini adalah untuk memaksimalkan kontribusi pariwisata dalam 12 aspek. Di antaranya mengurangi ketimpangan regional dalam pendapatan dan pembangunan, memerangi depopulasi pedesaan, kemajuan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan serta pemuda, memajukan inovasi dan digitalisasi, mempromosikan praktik berkelanjutan, hingga meningkatkan pendidikan dan pengembangan keterampilan.
Village’ akan diumumkan pada bulan Oktober 2021 dalam Sidang Majelis UNWTO sesi ke-24 di Marrakesh, Maroko. Sebelum jadi nominasi pada ajang UNWTO ini, Desa Wisata Nglanggeran telah meraih banyak penghargaan baik secara nasional maupun internasional.