Edi Winata
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma
Dalam era pendidikan tinggi yang semakin dinamis, pengembangan kepribadian mahasiswa menjadi aspek krusial dalam membentuk individu yang siap menghadapi tantangan global. STIM Sukma, sebagai institusi pendidikan yang progresif, mengadopsi pendekatan STIFIn untuk mendalami dan mengembangkan potensi kepribadian mahasiswa secara holistik.
STIFIn, singkatan dari Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling, dan Instinct, merupakan konsep yang dikembangkan oleh Farid Poniman. Konsep ini menekankan pada identifikasi mesin kecerdasan dominan seseorang untuk memahami karakter dan potensi individu. Dengan memahami mesin kecerdasan ini, institusi pendidikan dapat merancang strategi pembelajaran yang lebih personal dan efektif.
Menurut (Poniman, 2019) setiap individu memiliki satu mesin kecerdasan dominan yang mempengaruhi cara berpikir, belajar, dan berinteraksi. Dengan mengenali mesin kecerdasan ini, proses pembelajaran dapat disesuaikan untuk memaksimalkan potensi mahasiswa.
Di STIM Sukma, penerapan STIFIn dimulai dengan tes identifikasi mesin kecerdasan bagi mahasiswa baru. Hasil tes ini digunakan untuk memahami kecenderungan belajar dan interaksi sosial mahasiswa, sehingga dosen dapat menyesuaikan metode pengajaran yang sesuai dengan karakteristik masing-masing individu.
Pendekatan ini sejalan dengan pandangan (Stek, 2022) dalam pendidikan tinggi untuk menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0. Stek menyatakan bahwa pendidikan harus berfokus pada pengembangan keterampilan interpersonal dan intrapersonal untuk menciptakan profesional yang adaptif dan inovatif.
Implementasi STIFIn di STIM Sukma juga mencakup pembentukan kelompok belajar berdasarkan mesin kecerdasan yang sama. Hal ini bertujuan untuk menciptakan sinergi dalam proses belajar, di mana mahasiswa dapat saling mendukung dan memahami gaya belajar satu sama lain.
Dalam penelitian yang dilakukan oleh (Yusuf, 2024) ditemukan bahwa penerapan STIFIn dalam pengembangan kepemimpinan efektif dalam meningkatkan kompetensi interpersonal dan komunikasi. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan STIFIn dapat diterapkan secara luas dalam pengembangan kepribadian di lingkungan pendidikan.
Selain itu, STIM Sukma juga mengintegrasikan STIFIn dalam program konseling dan bimbingan karier. Dengan memahami mesin kecerdasan mahasiswa, konselor dapat memberikan arahan karier yang lebih tepat dan sesuai dengan potensi individu.
Pendekatan ini didukung oleh penelitian (Diana dan Sholehah, 2022) yang menunjukkan bahwa pemahaman mesin kecerdasan dapat meningkatkan kepercayaan diri dan efektivitas dalam proses pembelajaran.
STIM Sukma juga mengadakan pelatihan bagi dosen dan staf untuk memahami dan menerapkan konsep STIFIn dalam interaksi sehari-hari dengan mahasiswa. Pelatihan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung pengembangan kepribadian mahasiswa secara optimal.
Dalam konteks global, pentingnya pengembangan kepribadian dalam pendidikan tinggi juga ditekankan oleh (Rodríguez, 2023) Rodríguez menyatakan bahwa pendidikan tinggi harus berperan aktif dalam membentuk karakter dan keterampilan yang diperlukan untuk kesuksesan di dunia kerja.
Penerapan STIFIn di STIM Sukma tidak hanya terbatas pada aspek akademik, tetapi juga mencakup kegiatan ekstrakurikuler dan pengembangan soft skills. Mahasiswa didorong untuk terlibat dalam kegiatan yang sesuai dengan mesin kecerdasan mereka, sehingga dapat mengembangkan potensi secara menyeluruh.
Dalam penelitian yang dilakukan oleh (Rahman, 2021) ditemukan bahwa pemahaman mesin kecerdasan dapat membantu mengatasi kecemasan dalam berbicara di depan umum, dengan menyesuaikan pendekatan pelatihan sesuai dengan karakteristik individu.
STIM Sukma juga melakukan evaluasi berkala terhadap efektivitas penerapan STIFIn dalam pengembangan kepribadian mahasiswa. Evaluasi ini melibatkan feedback dari mahasiswa, dosen, dan staf untuk memastikan bahwa pendekatan yang diterapkan memberikan dampak positif yang signifikan.
Dalam artikel yang ditulis oleh (Harahap, 2023) ditemukan bahwa pembagian kelas berdasarkan mesin kecerdasan dapat meningkatkan kenyamanan dan efektivitas belajar mahasiswa.
Penerapan STIFIn di STIM Sukma juga mencerminkan komitmen institusi dalam menciptakan lingkungan belajar yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan individu. Dengan memahami dan menghargai perbedaan karakteristik mahasiswa, institusi dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan personal.
Dalam konteks ini, penting bagi institusi pendidikan tinggi untuk terus mengembangkan pendekatan yang berfokus pada pengembangan kepribadian mahasiswa. Dengan demikian, lulusan yang dihasilkan tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga karakter dan keterampilan yang diperlukan untuk sukses di dunia kerja dan masyarakat.
STIM Sukma, melalui penerapan STIFIn, menunjukkan bahwa pengembangan kepribadian mahasiswa dapat dilakukan secara sistematis dan terstruktur. Pendekatan ini dapat menjadi model bagi institusi pendidikan lain dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pertumbuhan individu secara holistik.
Dengan terus mengevaluasi dan mengadaptasi pendekatan yang diterapkan, STIM Sukma berkomitmen untuk menjadi institusi pendidikan yang unggul dalam pengembangan kepribadian mahasiswa. Hal ini sejalan dengan visi untuk menciptakan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan sosial.
Penerapan STIFIn di STIM Sukma menjadi bukti bahwa dengan pendekatan yang tepat, pengembangan kepribadian mahasiswa dapat dilakukan secara efektif. Hal ini memberikan kontribusi positif dalam menciptakan generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan percaya diri dan integritas.
Dengan demikian, STIM Sukma melalui penerapan STIFIn telah berhasil menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pengembangan kepribadian mahasiswa secara menyeluruh. Pendekatan ini dapat menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan lain dalam menciptakan sistem pembelajaran yang berfokus pada potensi individu.
Daftar Pustaka
Diana dan Sholehah. (2022). Parenting Self-Efficacy Based on STIFIn as Intelligence Machine of Learning (Edisi Pertama). Jurnal Pendidikan, Probolinggo. Indonesia.
Harahap, C. (2023). The Effectiveness of Class Division Based on STIFIn at the Sukma Medan College of Management Sciences . Indonesian Journal of Multidisciplinary Science.Medan, Indonesia.
Poniman, F. (2019). STIFIn Personality: Mengenali Mesin Kecerdasan Anda (Edisi Kedua) . Bekasi, Indonesia: Penerbit STIFIn Institute.
Rahman, B. I. (2021). Benni Ichsanda Rahman berjudul An Exploration on Students’ Public Speaking Anxiety: STIFIn Perspective (Edisi Pertama) . LLT Journal: A Journal on Language and Language Teaching,.
Rodríguez, A. (2023). The Role of Higher Education in Shaping Essential Personality Traits for Achieving Success in Entrepreneurship in Spain (Edisi Pertama) . Basel, Swiss: MDPI.
Stek, K. (2022). Personality Development in Higher Education in the Era of Industry 4.0 Edisi Pertama). Leeds, Inggris: Emerald Publishing Limited.
Yusuf, M. (2024). Developing Principal Leadership Competencies through the STIFIn Method (Edisi Pertama) . Proceeding International Seminar of Islamic Studies. Medan, Indonesia: Proceeding International Seminar of Islamic Studies.

