“CINTA TAK LEKANG OLEH WAKTU”
Ribuan tahun dari sekarang,
ketika debu kita menyatu dengan batu-batu purba,
dan nama-nama kita tinggal gema
di arsip digital yang nyaris rusak,
akan ada makhluk lain entah manusia,
entah sesuatu yang lebih sabar – menemukan sisa-sisa keberadaan kita.
Mereka meneliti fragmen tulang
dan jejak napas, membaca sisa DNA
yang pernah tertawa bersamamu di saat senja menumpahkan warna emasnya, membuat ku lupa cara berjalan
dan mungkin mereka akan berkata
“pernah ada dua hati
yang berani mencintai
di tengah dunia
yang sibuk melupakan arti waktu”.
Biarlah mereka tahu,
cinta tidak hilang oleh ribuan tahun,
ia hanya berganti bentuk –
dari nadi menjadi debu, dari debu menjadi cahaya,
yang masih bersemi di antara bintang di tempat namamu
pernah kusebut.
seolah dunia belajar tersenyum darimu
senyuman manis seorang manusia,
aku tak tahu banyak tentang kata,
namun aku tahu satu hal bahwa itu adalah senyuman manusia paling indah di abad 21.

