(061) 7883991 | 0877 6644 8555 stims@stimsukmamedan.ac.id
Dalam dunia ritel daring yang kompetitif, chatbot telah menjadi semakin penting. Tingkat penerimaan chatbot dalam ritel daring melonjak hingga 34% . Angka ini bahkan melampaui sektor lain seperti keuangan (20%) dan telekomunikasi (25%). Ke depannya, prospek chatbot dalam bisnis ritel bahkan lebih menjanjikan. Pada tahun 2024, belanja ritel konsumen global melalui chatbot diprediksi mencapai $142 miliar , naik dari hanya $2,8 miliar pada tahun 2019. Dengan hampir 40% pengguna internet di seluruh dunia menyatakan preferensi untuk interaksi bot daripada agen virtual, maraknya chatbot dalam bisnis ritel tampaknya tak terbendung. Manfaatnya tidak hanya berpusat pada pelanggan. Penerapan bot menjanjikan penghematan tahunan sebesar $11 miliar untuk sektor perawatan kesehatan, perbankan, dan ritel pada tahun 2023. Selain itu, sekitar 2/3 perusahaan merasa puas dengan penerapannya. Dan 57% bisnis melaporkan memperoleh laba atas investasi yang signifikan dengan biaya awal yang minimal. Berikut aspek krusialnya: 62% responden lebih suka berinteraksi dengan chatbot layanan pelanggan daripada menunggu agen manusia. Selain itu, 69% konsumen menyatakan puas dengan interaksi bot terbaru mereka. Jika statistik ini tidak menarik perhatian, apa yang akan menarik perhatian? Revolusi chatbot ritel dan eCommerce sedang berlangsung, dan potensinya untuk mengubah bisnis Anda tidak terbatas. Di Master of Code, kami telah menjadi pelopor dalam pengembangan bot. Kami mengundang Anda untuk mengeksplorasi potensi bot yang luas dalam ritel, didukung oleh keahlian kami.
Apa itu chatbot dalam industri ritel? Chatbot adalah asisten virtual yang dapat mensimulasikan percakapan dengan pelanggan untuk menjawab pertanyaan, memberikan dukungan, dan melakukan penjualan. Chatbot menawarkan banyak manfaat yang menguntungkan bagi bisnis dan pelanggan. Berikut adalah lima manfaat utama chatbot , yang didukung oleh statistik yang meyakinkan:
Optimasi Pencarian Produk
Menemukan produk yang sempurna bisa jadi hal yang sulit. Chatbot bertindak sebagai asisten belanja pribadi, membantu klien menavigasi lanskap ini dengan mudah. ​​Mereka dapat langsung memberikan rekomendasi produk berdasarkan preferensi dan kebutuhan pelanggan. Hebatnya, 47% konsumen terbuka untuk menggunakan chatbot untuk melakukan pembelian. Lebih jauh lagi, 71 % Gen Z yang disurvei secara aktif mencari produk menggunakan bot.
Belanja Pribadi 
Personalisasi sangat penting dalam keseluruhan perjalanan pelanggan. Sebanyak 76% konsumen lebih menyukai merek yang menawarkan personalisasi, dan hal ini lebih dari sekadar mendorong penjualan. Sebanyak 78% lebih cenderung merekomendasikan merek yang dipersonalisasi dan melakukan pembelian berulang. Asisten ritel unggul dalam personalisasi dengan mengingat preferensi konsumen dan riwayat pembelian. Hal ini memungkinkan mereka untuk menyarankan produk dan promosi yang disesuaikan, sehingga meningkatkan pengalaman berbelanja secara keseluruhan .
Pembayaran Mandiri 
yang Mudah Proses pembayaran yang lama dapat membuat pembeli yang paling antusias sekalipun enggan berbelanja. Chatbot menyederhanakan proses ini dengan memfasilitasi pembayaran mandiri yang cepat dan mudah. ​​Faktanya, menurut survei oleh National Retail Federation , faktor terpenting saat memutuskan tempat berbelanja adalah pencarian cepat (58%), layanan berkualitas (44%), dan pembayaran cepat atau mudah (42%). Bot lebih unggul dalam memberikan aspek-aspek penting dalam perjalanan belanja ini.
Bantuan di Toko 
Menjelajahi toko fisik bisa menjadi tantangan, terutama selama jam sibuk. Terintegrasi dengan data inventaris toko, bot dapat memandu klien ke produk yang mereka cari. Bot menyediakan informasi waktu nyata tentang ketersediaan produk dan tata letak toko. Tidak mengherankan, chatbot diprediksi akan menjadi saluran utama untuk layanan pelanggan di 25% dari semua bisnis pada tahun 2027.
Peringatan dan Pembaruan Tepat Waktu 
Chatbot menyediakan pembaruan secara real-time 24/7. Hal ini memastikan pelanggan mendapatkan informasi tentang status dan perkiraan waktu kedatangan pesanan atau penawaran baru mereka. Faktanya, 64% pengguna internet menganggap layanan 24 jam sebagai fitur terbaik bot, yang sangat penting dalam penjualan eceran. Lebih jauh lagi, bot telah terbukti menjadi pendorong penjualan yang efektif. Seperti yang dibuktikan oleh Decathlon, di mana 29% percakapan dalam bot terjadi di luar jam buka toko reguler.