(061) 7883991 | 0877 6644 8555 stims@stimsukmamedan.ac.id

Keamanan siber harus jadi agenda utama bagi semua bisnis di tahun 2025. Di beberapa usaha kecil dan menengah (UKM), keamanan dianggap sebagai urusan belakangan atau bisa jadi tidak memiliki sumber daya atau keahlian yang diperlukan. Melindungi bisnis Anda di masa kini dan masa depan sangatlah penting. Di artikel terakhir Cara menutup kesenjangan keamanan untuk usaha kecil dan menengah, kita membahas tentang tantangan yang dihadapi UKM. Di sini profesor Sally Eaves akan berbagi 12 tips keamanan siber terbaiknya untuk membantu UKM dan karyawannya:

Tips #1 – Selalu perbarui perangkat lunak
Penyedia perangkat lunak merilis pembaruan untuk berbagai alasan, termasuk fungsionalitas yang ditingkatkan, perbaikan bug, dan patch keamanan. Pastikan perangkat lunak Anda selalu diperbarui ke versi terkini begitu tersedia.

Tips #2 – Otomatiskan kepatuhan keamanan Anda
Dengan lebih dari 1.000 macam hukum yang secara global berdampak pada keamanan siber, privasi, dan tata kelola saat ini – dan seterusnya akan berkembang – hal ini dapat menimbulkan tantangan kompleksitas. Terapkan otomatisasi kapan pun hal itu memungkinkan agar dapat memvisualisasikan, mengelola, mengukur, dan memperkuat kepatuhan Anda dengan lebih baik secara menyeluruh.

Tips #3 – Tingkatkan perangkat keras yang sudah usang, jika diperlukan
Anda tidak harus selalu mengikuti inovasi teknologi canggih termutakhir, tetapi setidaknya harus rajin memperbarui perangkat lunak Anda. Karena pengembang menyadari risiko kerentanan perangkat lunak, mereka menawarkan pembaruan berkala. Akan tetapi, pembaruan ini mungkin tidak kompatibel dengan perangkat keras yang ada. Inilah yang menyebabkan perangkat keras menjadi usang, yaitu ketika perangkat keras tidak cukup mutakhir untuk menjalankan perangkat lunak versi terbaru – hindari risiko ini.

Tips #4 – Amankan data Anda, selalu siapkan rencana cadangan
Mengamankan data sangatlah penting, terutama data yang ada bersama karyawan secara lokal. USB terenkripsi sangat efektif di sini, membantu memastikan data sensitif dapat disimpan dan ditransfer seaman mungkin. Cadangan data yang aman sangat penting bagi usaha kecil dan menengah. Ingat, ancaman berbahaya dan peretas tidak selalu ingin mencuri data Anda, tetapi terkadang akan menggunakan ransomware yang tujuannya mengenkripsi data atau menghapusnya. Rajin memulihkan data adalah kuncinya.

Tips #5 – Gunakan VPN
Memanfaatkan VPN untuk akses internet akan melindungi informasi pribadi, bahkan dari ISP Anda. VPN perangkat lunak saat ini digunakan secara luas dan telah terbukti manfaatnya.

Tips #6 – Nonaktifkan Bluetooth
Dengan banyaknya aplikasi yang memanfaatkan protokol koneksi ini, perangkat Bluetooth dapat diretas secara rutin, dan sering ditautkan ke pesan phishing yang meminta Anda untuk “klik di sini” – jangan lakukan!

Tips #7 – Jangan asal klik tanpa berpikir
Tautan berbahaya dapat merusak dengan beberapa cara. Penting bagi Anda untuk melatih karyawan tentang cara mengidentifikasi tautan semacam ini. Pastikan Anda menginspeksi dan memastikan tautan berasal dari pengirim tepercaya sebelum mengeklik.

Tips #8 – Amankan perangkat seluler Anda
Bukan hanya desktop kantor (atau rumah) yang harus diamankan. Membiasakan diri mengamankan perangkat seluler juga penting untuk dilakukan. Gunakan fitur kata sandi dan biometrik Autentikasi 2 Faktor.

Tips #9 – Rekayasa sosial
Ketika peretas tidak dapat menemukan celah kerentanan keamanan, mereka akan menyerang dengan cara lain. Melalui Rekayasa Sosial. Tipe serangan ini berfokus pada pola pikir dan kecemasan pengguna, bukan pada perangkat untuk memperoleh akses ke sistem dan informasi. Hapus semua permintaan informasi pribadi atau kata sandi. Jangan izinkan siapa pun menghubungi Anda untuk meminta informasi pribadi. Berhati-hatilah terhadap risiko.

Tips #10 – Siapkan rencana untuk mengatasi pembobolan
Ini adalah skenario “bukan andai, melainkan kapan” dan dengan ruang ancaman keamanan siber yang makin meluas, akan sulit untuk selalu mengantisipasi serangan berbahaya yang juga makin canggih. Siapkan rencana untuk mengatasi pasca-pembobolan serta latih/uji respons Anda secara rutin.

Tips #11 – Edukasi karyawan Anda
Faktor manusia adalah salah satu risiko terbesar dalam keamanan siber dan karena serangan rekayasa sosial, phishing, dan ransomware kini terjadi setiap saat, edukasi diri Anda sendiri, keluarga, dan tim tentang topik keamanan siber – dan rajinlah mempraktikkannya juga! Dari UKM hingga Perusahaan besar, banyak sumber daya bagus dan gratis yang tersedia untuk membantu Anda melakukannya.

Tips #12 – Kolaborasi adalah antitesis dari fragmentasi ekosistem
Kita memerlukan teknologi, tata kelola, kepatuhan, legislasi, edukasi, dan jaminan untuk bersatu melawan risiko keamanan. Jelajahi kesempatan untuk berbagi pengetahuan dan saran praktik terbaik, dan untuk “terlibat”. Semua orang akan mendapat manfaat dari pendekatan co-creative dan terbuka untuk berbagi tentang keamanan.

Pelanggaran data, peretasan, serta unsur manusia adalah ancaman dan risiko yang dialami di seluruh dunia. Kerugian biaya terkait pelanggaran data dan terpaparnya data bisa jadi sangat besar. Menerapkan tips terbaik ini sangatlah penting demi mengamankan bisnis Anda di masa kini dan masa depan.

Bekerja dengan mitra teknologi yang tepat untuk mencapai sasaran keamanan Anda adalah kuncinya. Kingston Technology adalah yang terdepan dan berpengalaman dalam ruang drive USB terenkripsi dan dapat menawarkan dukungan khusus yang menguntungkan dan selaras dengan kebutuhan bisnis Anda. Kingston Technology menawarkan layanan “Minta Bantuan Pakar” untuk membantu memberikan saran khusus tentang manfaatnya untuk lingkungan dan kebutuhan penyimpanan khusus Anda.

sumber : link

Daftar online : spmb.stimsukmamedan.ac.id